Dari segi tradisi, layanan bantuan sama dengan pusat panggilan, yakni metode yang digunakan pelanggan untuk meminta dukungan atau mencari bantuan atas masalah yang mereka hadapi. Namun, untuk beberapa alasan, pusat bantuan berbeda dengan layanan bantuan. Pertama, pusat panggilan biasanya kurang teknis dan menangani seluruh kueri jenis layanan pelanggan untuk hal-hal seperti pertanyaan produk, pemrosesan pengembalian, dan memfasilitasi penjualan. Kedua, dengan pusat bantuan, pelanggan hanya dapat terhubung dengan agen melalui dukungan telepon.
Di sisi lain, layanan bantuan menyediakan dukungan yang lebih teknis dan terkait TI dan membantu tugas-tugas seperti mengatur ulang kata sandi, menyusun atau menyiapkan perangkat keras komputer baru, memecahkan masalah teknologi, atau merespons masalah jaringan penting. Bergantung pada platform komunikasi dan perangkat lunak layanan bantuan yang dipilih bisnis, pelanggan dapat meminta dukungan melalui beberapa saluran (telepon, obrolan web, SMS, atau email) dan tidak hanya dibatasi pada suara, seperti dalam pusat panggilan.
Baik layanan bantuan maupun pusat panggilan memberikan nilai yang besar bagi organisasi karena bisa menjadi titik awal kontak antara bisnis dan pelanggannya, dan menciptakan atau merusak pengalaman pelanggan yang positif.